Ustaz Maheer Meninggal karena Sakit

Ustaz Maheer At-Thuwailibi atau Soni Eranata meninggal dunia di Rumah Tahanan Bareskrim Polri, Jakarta, Senin 8 Februari 2021.

Djuju Purwanto, asisten Maheer, mengatakan sang ustaz meninggal dunia sekitar pukul 19.00 di Rutan Mabes Polri. Maheer dalam masa penyembuhan sebelum ditangkap polisi pada 3 Desember 2020.

Maheer meninggal dunia karena sakit luka usus di lambung yang diderita beberapa waktu terakhir. “Sekitar seminggu baru kembali dari RS Polri, habis perawatan,” katanya.

Selama dalam tahanan Maheer sempat dibantarkan di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, pada Kamis 21 Januari 2021, karena kondisinya menurun sejak 18 Januari 2021. “Ustaz Maheer sempat minta pindah untuk dirawat di RS UMMI Bogor,” kata Djuju.

Soal sakit yang diderita Maheer juga dikonfirmasi sang istri, Iqlima Ayu. “Ustaz masih dalam pengobatan TB (tuberculosis) usus. Jadi, harusnya kontrol ke rumah sakit, tapi karena lagi begini ya kirim obat,” kata Iqlima Ayu saat menjenguk di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin 18 Januari 2021.

Kepala Divisi Humas Polri  Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan meninggalnya Ustaz Maaher At-Thuawilibi  atau Soni Eranata di Rumah Tahanan Bareskrim Polri pada Senin malam, 8 Februari 2021.

Berkas perkara Maheer sudah masuk tahap II di Kejaksaan. “Jadi, perkara Ustaz Maaher sudah masuk tahap II dan menjadi tahanan jaksa,” kata Argo Yuwono.

Sebelum pelimpahan tahap II berupa penyerahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan, beberapa kali Maaher mengeluh sakit. Kemudian petugas Rutan Bareskrim dan tim dokter membawanya ke RS Polri Said Soekanto, Kramatjati, Jakarta Timur.

Ustaz Maheer saat dirawat karena sakit TB usus.

“Setelah diobati dan dinyatakan sembuh, yang bersangkutan dibawa lagi ke Rutan Bareskrim,” kata Argo Yuwono.

Setelah barang bukti dan tersangka diserahkan ke jaksa, Maaher kembali mengeluh sakit. Petugas rutan dan tim dokter menyarankan dibawa ke RS Polri untuk mendapatkan perawatan, namun Maaher tidak mau hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir di Rutan Bareskrim pada Senin malam 8 Februati 2021.

Penangkapan Maheer

Maheer At-Thuwailibi atau Soni Eranata ditangkap polisi pada 3 Desember 2020 atas kasus ujaran kebencian di media sosial.

Maheer ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka setelah dilaporkan Husin Shahab ke Bareskrim Polri terkait dugaan penghinaan terhadap ulama kharismatik Nahdlatul Ulama Habib Luthfi bin Yahya melalui cuitan Twitter dengan akun @ustadzmaaher_.  Laporan itu terdaftar di Bareskrim Polri dengan nomor laporan LP/B/0649/XI/2020/BARESKRIM pada 16 November 2020.

Sebelumnya Maheer juga menjadi perbincangan karena berseteru dengan artis Nikita Mirzani. Bahkan dia mengancam akan membawa pasukan untuk mengepung kediaman Nikita Mirzani jika tidak meminta maaf atas ucapannya yang dituduh menghina Habib Rizieq Shihab.

Kiprah di Media Sosial

Sebagai pendakwah, Maaher At-Thuwailibi dikenal sebagai sosok yang kontroversial. Tidak ada sumber resmi tentang masa kecil, asal usul, termasuk pendidikannya.

Maaher at Thuwailibi dikenal dengan nama asli Soni Eranata. Maaher menulis Kota Medan, Sumatera Utara, sebagai salah satu keterangan dalam bio akun Instagram @ustadzmaaher_real. Namun, tidak diketahui pasti apakah Medan merupakan kota kelahiran ataukah tempat berdomisili.

Berdasarkan postingan di akun Instagram, Maheer memang kerap beraktivitas di Medan. Ia aktif di media sosial Instagram dengan follower mencapai 44.700.

Maaher juga kerap menyampaikan dakwah dan pandangannya melalui kanal Youtube dengan akun Ustaz Maaher At-Thuawilibi Official dengan subscribe sekitar 148 ribu. [A1]

Tinggalkan komentar