Kronologi Pelaporan Din Syamsuddin

Perseteruan Gerakan Anti Radikalisme (alumni ITB) dengan Din Syamsuddin yang berujung pelaporan ke Badan Kepegawaian Negara dan Komisi Aparatur Sipil Negara dengan tuduhan pelanggaran kode etik dan perilaku radikalisme sudah berlangsung lama.

Juni 2020 :  GAR menuntut Din dipecat dari keanggotaan Majelis Wali Amanat ITB karena kerap mengkritik kebijakan pemerintah, padahal ASN (dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).

Agustus 2020 : GAR kembali mendesakkan pemecatan Din dari WMA ITB karena mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang menentang Pemeritah.

Oktober 2020 : GAR melaporkan Din Syamsuddin ke Badan Kepegawaian Negara dan KASN dengan tuduhan perilaku radikalisme sebagai ASN.

4 Februari 2021 : KASN meneruskan laporan GAR dengan mengirimkan Surat Nomor B-613/KASN/2/2021 ke Kementerian Agama untuk klarifikasi dan tindak lanjut.

12 Februari : Din Syamsuddin mengatakan laporan GAR kurang cerdas. Kemungkinan digerakkan kelompok kepentingan yang tidak suka pada Islam.

13 Februari 2021: Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menanggapi pelaporan Din dengan mengingatkan agar tidak mudah memberi label radikal pada orang atau kelompok tertentu.

15 Februari 2021 : Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan Pemerintah tak pernah menganggap Din Syamsuddin sosok radikal atau penganut radikalisme.

Tinggalkan komentar