Isu Minyak Goreng Jadi Bahan Serangan Politik

Pemerintah bergerak cepat mengatasi kelangkaan minyak goreng di pasaran. Pada hari Jumat (18/3) minyak goreng sudah tersedia secara melimpah di berbagai toko dan ritel.

“Langkah cepat pemerintah ini patut diapresiasi karena isu minyak goreng diolah jadi isu politik oleh segelintir kelompok,” ujar pengamat intelijen Ridlwan Habib di Jakarta (18/3).

Alumnus Universitas Indonesia itu menilai serangan dan bully terhadap pemerintah soal minyak goreng mulai melenceng dari esensi pokoknya. “Ada unsur unsur politis yang justru menunggang situasi keresahan masyarakat,” ujar Ridlwan.

Karena itu, menurut Ridlwan, langkah pemerintah melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sudah tepat. “Alhamdulillah, di hari Jumat pasokan minyak goreng kembali normal di masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah memastikan minyak goreng murah subsidi sudah tersedia kembali di pasar. “Minyak goreng murah telah tersedia dan konsumen bisa membelinya di pasar-pasar tradisional,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Kamis (17/3).

Selain minyak goreng murah subsidi, Menko Perekonomian juga memastikan minyak goreng premium sudah bisa dibeli masyarakat. “Konsumen yang menginginkan minyak goreng dalam paket premium dapat membeli di pasar modern,” kata Airlangga Hartarto.

Pemerintah menghapus kebijakan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng. Kebijakan pengaturan harga ini ditengarai menyebabkan minyak goreng menghilang dari pasaran dalam beberapa pekan terakhir.

Sebagai ganti, pemerintah memberikan subsidi untuk minyak goreng curah Rp 14 ribu. Sedangkan penentuan harga minyak goreng premium atau kemasan, pemerintah tidak ikut campur. “Harga minyak goreng kemasan (premium) menyesuaikan keekonomian dan berharap minyak akan tersedia di pasar modern maupun pasar tradisional,” kata Airlangga. Pengamat intelijen Ridlwan Habib menilai isu minyak goreng langka dimanfaatkan untuk mendiskreditkan kinerja pemerintah. “Padahal sebenarnya minyak goreng sudah tersedia dan pemerintah bekerja keras untuk itu,” ujarnya. (*)

Tinggalkan komentar