Apa Itu Konflik Sheikh Jarrah Palestina?

Sejarah Konflik Sheikh Jarrah

  • Kawasan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur bermula ketika 28 keluarga Palestina yang terusir oleh Israel pada 1948 menetap di lingkungan itu.
  • Pada 1956 sebanyak 28 keluarga pengungsi itu mencapai kesepakatan dengan Kementerian Pembangunan Yordania dan Badan Pengungsi PBB (UNRW) untuk menyediakan perumahan bagi mereka di Sheikh Jarrah.
  • Namun kesepakatan itu terganggu oleh pendudukan Israel di Tepi Barat pada 1967, termasuk Yerusalem, yang menghambat pendaftaran rumah atas nama keluarga.
  • Sejak saat itu organisasi pemukim Israel mengklaim kepemilikan tanah di Sheikh Jarrah.
  • Organisasi Pemukim Yahudi: Komite Sephardic dan Komite Knesset Israel mengklaim mereka memiliki tanah tempat rumah-rumah itu dibangun sejak tahun 1885.
  • Pada Juli 1972 dua asosiasi Israel meminta pengadilan untuk mengusir empat keluarga dari rumah mereka di lingkungan tersebut karena dianggap melakukan perampasan tanah.
  • Pada 1970 Undang-Undang tentang Urusan Hukum dan Administrasi di Israel diberlakukan. Isi dari UU tersebut antara lain menetapkan bahwa orang Yahudi yang kehilangan harta benda di Yerusalem Timur pada 1948 dapat mengklaim kembali harta miliknya. UU tersebut juga tidak mengizinkan warga Palestina untuk mengklaim kembali properti mereka yang hilang di Israel pada 1948.
  • Pada 1997 seorang warga bernama Darwish Hijazi mengajukan gugatan ke Pengadilan Pusat Israel untuk membuktikan kepemilikan tanahnya.
  • Ia menggunakan akta kepemilikan yang dikeluarkan oleh Kekaisaran Ottoman dan dibawa dari Turki.
  • Namun, pengadilan menolak klaim tersebut pada 2005. Pengadilan mengatakan surat-surat itu tidak membuktikan kepemilikan tanahnya dan banding Darwish Hijazi pada tahun berikutnya ditolak.
  • Pada November 2008 keluarga al-Kurd terusir dari rumah mereka, diikuti dengan penggusuran keluarga Hanoun dan al-Ghawi pada Agustus 2009.
  • Rumah mereka diambil alih oleh pemukim yang dengan cepat mengibarkan bendera Israel, sekaligus menandai fase baru penggusuran dan pengambil-alihan tanah di lingkungan Sheikh Jarrah.
  • Sejauh ini 12 keluarga Palestina di lingkungan itu telah menerima perintah penggusuran yang dikeluarkan oleh pengadilan pusat dan hakim Israel.
  • Tahun 2020 empat keluarga Palestina mengajukan petisi ke Mahkamah Agung guna menentang keputusan pengusiran mereka. Pengadilan akan memutuskan masalah ini pada Senin 10 Mei 2021.
  • Sengketa tanah antara warga Palestina dan pemukim Yahudi di Sheikh Jarrah berpusat pada rumah empat keluarga Palestina yang diklaim oleh pemukim Yahudi.
  • Pemukim Yahudi yang mengajukan gugatan mengklaim keluarga mereka kehilangan tanah itu saat perang yang berujung pembentukan Israel tahun 1948.
  • Namun empat keluarga Palestina yang digugat memiliki bukti bahwa rumah mereka diperoleh dari otoritas Yordania yang menguasai Yerusalem Timur pada tahun 1948 hingga 1967.
  • Otoritas Yordania melakukan intervensi dalam kasus ini, dengan menyediakan dokumen untuk mendukung klaim keluarga Palestina.
  • Yerusalem Timur adalah wilayah Palestina. Israel yang mengklaim dan masuk ke wilayah itu tidak diakui dunia.

 

Konflik Sheikh Jarrah MEI 2021

  • Aksi warga Palestina memprotes rencana penggusuran empat keluarga Palestina yang tanahnya di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, diklaim oleh para pemukim Yahudi.
  • Kemarahan warga Palestina memuncak setelah sejumlah keluarga Palestina terancam digusur usai pengadilan distrik Yerusalem memutuskan tanah yang menjadi tempat tinggal mereka secara legal dimiliki para pemukim Yahudi.
  • Pada Jumat pagi 7 Mei 2021 dua warga Palestina ditembak mati dan satu orang terluka karena warga menembaki Pasukan Perbatasan yang menjaga Tepi Barat.
  • Puluhan ribu warga Palestina berdatangan ke Masjid Al-Aqsa untuk salat Jumat. Situasi lebih ramai, warga datang dari berbagai penjuru kota karena merupakan Jumat terakhir di bulan suci Ramadan. Polisi Israel meningkatkan penjagaan karena banyaknya warga.
  • Setelah salat, banyak warga yang memilih tidak pulang, namun kemudian ikut aksi demo protes menentang pengusiran warga Palestina di wilayah yang diklaim pemukim Yahudi.
  • Setelah berbuka puasa pada Jumat 7 Mei 2021 pecah bentrokan dengan polisi Israel di dekat Al-Aqsa dan di Sheikh Jarrah.
  • Polisi Israel menembakkan peluru karet dan granat kejut serta mengerahkan meriam air untuk membubarkan demonstran Palestina. Demonstran Palestina melemparkan batu, botol, kembang api, dan benda-benda lain ke arah polisi Israel.
  • Jumat malam 7 Mei 2021, demontran lari ke kompleks Al-Aqsa kemudian berlanjut polisi Israel menyerbu kompleks Al-Aqsa untuk mengejar warga Palestina yang melakukan demontrasi. Terjadi perlawanan dari warga.
  • Sabtu 8 Mei 2021, demonstran Palestina kembali bentrok dengan polisi Israel di kompleks Al-Aqsa ketika puluhan ribu jemaah sedang beribadah di Masjid Al-Aqsa menyambut Lailatulqadar.
  • Minggu pagi 9 Mei 2021, aparat keamanan Israel kembali menyerang warga Palestina yang sedang meninggalkan Masjid Al-Aqsha usai salat subuh. Bentrokan pecah kembali.
  • 205 warga Palestina dan 17 polisi Israel mengalami luka-luka dalam bentrokan tersebut.
  • Situasi memanas dan menuai kecaman dunia karena Israel melakukan serangan ke kompleks Al-Aqsa.

 

 

Tinggalkan komentar