4 Tipe Kegagalan Operasi Intelijen

Tugas intelijen pada dasarnya mengumpulkan informasi yang valid, menyortir informasi, mengolah dan menganalisa informasi, lalu menyampaikannya pada user atau pengambil keputusan. Semua operasi intelijen diawali dengan perencanaan matang. Meskipun demikian, tak jarang data intelijen yang dikumpulkan ternyata tak valid sehingga analisa salah dan menyebabkan operasi intelijen gagal.

Alur atau proses operasi intelijen dimulai dari mencari atau mengumpulkan informasi atau data yang kemudian dianalisa atau diolah oleh para analis. Hasil analisa itu menjadi saran kebijakan atau produk yang kemudian disampaikan kepada user. Setelah menerima saran, user akan memerintahkan dilakukan operasi intelijen. Untuk mendukung operasi intelijen biasanya juga dilakukan operasi kontra-intelijen sebagai pelapisan supaya tidak digagalkan oleh pihak lawan.

Empat tipe kegagalan operasi intelijen.

Intel Gagal I: informasi yang didapatkan oleh petugas pengumpul informasi di lapangan ternyata tidak akurat, terlambat, bahkan salah. Kesalahan bisa dalam hal salah jumlah, salah nama, salah alamat, salah waktu.

Intel Gagal II: informasi yang didapatkan dari lapangan benar dan tepat, tetapi kemudian analisanya salah. Misalnya karena terburu-buru atau salah metodologi.

Intel Gagal III: informasi awal benar, analisa benar, tapi ketika disampaikan saran atau rekomendasi kepada user tidak dipakai. Atau malah isalnya saran A, user malah menggunakan saran B, sehingga tidak ada operasi intelijen.

Intel Gagal IV: informasi benar, analisa benar, saran atau rekomendasi kebijakan diambil oleh user, dan dilakukan operasi intelijen sesuai saran. Tetapi petugas operasi selanjutnya gagal menjalankan perintah dari user.

Karena itu, selalu digunakan operasi pelapis atau “kontra-intelijen” untuk mengukur ancaman, situasi, dan waktu yang sangat dinamis.

Kegagalan operasi intelijen pernah dialami berbagai pihak, termasuk badan intelijen yang dikenal hebat sekalipun seperti Mossad, badan intelijen Israel.

Memang, di dunia intelijen ada kredo “hilang tak dicari, mati tak diakui, berhasil tidak dipuji, gagal dicaci maki”. Intinya, sudah selayaknya operasi intelijen berhasil. Karena itu, operasi intelijen tidak boleh salah. Meskipun demikian, sudah kodratnya intel disalahkan dan harus ikhlas usaha yang dilakukan tidak memuaskan salah satu pihak, kemudian disalahkan. [A1]

Tinggalkan komentar